Ekonomi

Order Esemka

ilustrasi

Ya sudah, kemudian kami sepakati beli 1 unit Esemka Bima 1.3. Pak Derry beri nomer WA sambil pesan, agar saya kirim nomer WA juga. Nanti bagian Marketing akan hubungi saya ke rumah di Jakarta.

Untuk tuntaskan proses pembelian. Penawaran resmi, cara pembayaran, dan lain-lain. Harga 95 juta off the road. Deal !

Riba Di Bank

ilustrasi

Tidak harus pakaian itu seluruhnya dicuci, masuk mesin cuci, direndam berhari-hari, dibilas, dikucek-kucek, dibanting-banting di papan penggilesan, terus dijemur berhari-hari, terus disetrika. Jelas semua butuh waktu lama, tenaga, kerjaan dan pastinya biaya yang mahal.

Mobnas Esemka

ilustrasi

Melihat riwayat per-mobil-an Indonesia, ndak salah Jokowi tempohari berkenan menghadiri peluncuran Esemka. Dengan bangga.

Kenapa kok bangga, ya karena ada 'orang gila' yang ndak kapok lihat cerita lesu 'Mobnas', yang mau bikin dan mau jual mobil 'buatan' sendiri dan pakai merek sendiri.

Mobnas

ilustrasi

Apa yang bisa dinilai dari situ?... bahwa kerjasama dengan merk tersebut, maka secara engineering saya sudah 100% merdeka. Karena hasil mobil rakitan itu, hitungannya sudah hitungan kalkulasi-produksi saya sendiri..... jadi saya bebas pilih2 komponen yang saya mau.

Jalan (Terjal) Esemka

ilustrasi

2. Brand China
Tak bisa dielakkan lagi kalau produk Esemka dibangun dari platform mobil China, baik itu Foday maupun Changan. Sebenarnya tentu saja tidak haram membangun industri mobil dengan berkolaborasi dengan pabrikan lain yang sudah lebih dahulu jalan.

Esemka Itu

ilustrasi

Selain itu, dibutuhkan mesin press high performance untuk prosesnya. Karena mesin itu sangaaatt mahal, tidak semua pabrik industri manufactur memilikinya. Yg gw tau, di Indonesia hanya ada beberapa pabrik yg memiliki mesin tersebut dan tidak semua pabrik mobil punya. Banyak pabrik perakitan kendaraan menggunakan jasa vendor untuk membuat body part.

Tentang Esemka

ilustrasi

Dashboard dan setir (PT Usra Tampi), Radiator (PT Tokyo Radiator Selamat Sempurna), Kaca Depan (PT Armada Indah Agung Glass), Ban (PT Gajah Tunggal), Bak/Kargo (ACC Bawen Karoseri dan PT INKA), Pelumas (Pertamina).

Pemilik Saham Freeport Goyang Pemerintah Via Aksi Papua?

ilustrasi

Itu baru taksiran tahun 1991, delapan tahun sebelum Nusamba menguasai saham-saham empuk di tambang tembaga-emas-perak PT Freeport Indonesia di Irian Jaya, serta raksasa automotif PT Astra Internasional. Makanya taksiran nilai total kekayaan seluruh keluarga besar Suharto, sebesar US$ 40 milyar (Newsweek, 26 Januari 1998), cukup masuk akal. Juga, cukup untuk menebus bangsa Indonesia dari kemelut moneter sekarang ini, tanpa harus berhutang pada IMF.

Freeport Dan Ketegangan Papua

ilustrasi

Kalo Indonesia lemah apalagi hancur... Maka kekayaan alam Indonesia yang begitu besar dan banyak akan mereka kuasai lagi...

Jadi alangkah jahatnya orang2 Indonesia sendiri yang mau jadi kaki tangan manusia2 serakah itu...
Mereka rela dan tega menghancurkan negaranya... Tanah airnya sendiri demi segepok uang...
Alangkah bodohnya orang2 Indonesia yang mau diadu domba oleh mereka...

Pages