Ekonomi

Mengubah Paradigma Swasembada Sapi

Suasana di Pasar Sapi Keppo, Larangan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. (Sumber foto: Tempo.co)

Oleh : Rochadi Tawaf

(Dosen Fakultas Peternakan Unpad)

 

Program swasembada daging sapi ternyata telah gagal untuk keempat kalinya sejak dicanangkan di tahun 1995 lalu. Selanjutnya, di penghujung program swasembada daging sapi bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan di kabinet Indonesia bersatu, pernyataan Menteri Pertanian saat itu, Suswono, sangat menarik untuk disimak. Beliau menyatakan bahwa, kegagalan swasembada daging sapi karena kesalahan hitung.

Farming System

Audit Petral Tuntas, Menteri ESDM Ungkap 3 Temuan

RedaksiIndonesia -Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan audit forensik terhadap anak usaha PT Pertamina yaitu Pertamina Energy Trading Limited (Petral) sudah tuntas pasca pembubaran atau likuidasi Petral. Pembubaran Petral dan audit forensik merupakan rekomendasi dari Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang diketuai oleh Faisal Basri.

Saran Untuk Kegagalan Jonru Memahami Tol Laut

Oleh: Yusuf Muhammad

"Jika yang dibangun memang trayek baru kapal laut, kenapa dari awal disebut TOL LAUT? Supaya terkesan keren dan megah? Supaya semua berdecak kagum?"

Kalimat di atas adalah pertanyaan Jonru yang cukup mengelikan bagi saya, dan sepertinya perlu saya jawab agar abang Jonru tidak ‪#‎GagalPaham‬.

Warisan Perekonomian Rentan Krisis untuk Jokowi

 

RedaksiIndonesia - Gejolak pelemahan perekonomian global di sepanjang tahun 2015 ini, menyebabkan perekonomian Indonesia terganggu sehingga target pertumbuhan ekonomi tidak dapat dicapai. Pelemahan perekonomian di tahun 2015 ini, merupakan imbas tidak tepatnya pengambilan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional, sehingga menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat.

Perlambatan Ekonomi Tak Pengaruhi Industri Manufaktur Babel

Ilustrasi

RedaksiIndonesia – Pemerintah terus menggenjot pertumbuhan berbagai industri. Tantangannya cukup besar karena pertumbuhan ekonomi dunia melambat. Di Indonesia tidak semua industri seret, seperti manufaktur cukup positif. Seperti yang ditunjukkan produksi industri manufaktur besar dan sedang di Provinsi Bangka Belitung triwulan III (Juli-September) 2015 naik sebesar 6,55 persen dibanding triwulan II/2015. Naiknya produksi industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan III/2015 terutama disebabkan oleh jenis industri makanan yang naik sebesar 6,92 persen.

Meski Kemarau, Panen Padi Jatim Tetap Tinggi

Ilustrasi

RedaksiIndonesia – Beberapa kawasan Indonesia mengalami kekeringan yang cukup panjang tahun ini. Penyebabnya badai El Nino yang memasuki kawasan nusantara. Kekeringan berkepanjangan tentu mempengaruhi produktifitas tanaman. Namun rupanya hal itu tidak berlaku bagi produksi padi secara keseluruhan di propinsi tersebut. Bahkan bila dibandingkan produksi pada bulan yang sama tahun lalu justru mengalami peningkatan 5,30 persen.

Perusahaan AS Akan Tanam Modal Kelistrikan 1 Miliar USD

Ilustrasi

Redaksi Indonesia – Salah satu hasil kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat  adalah  penanaman modal perusahaan  Paman Sam  di bidang kelistrikan.

Seperti yang disampaikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)  bahwa  perusahaan Amerika Serikat berminat menanamkan modal ke Indonesia di sektor kelistrikan sebesar 1 miliar dolar AS.

Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis,  mengatakan investasi tersebut akan diberikan dalam jangka waktu lima tahun mendatang.

BI Optimistis Inflasi 2015 di Bawah 4%

Redaksi Indonesia - Bank Indonesia meyakini laju inflasi sepanjang 2015 akan berada di bawah 4 persen, seiring dengan potensi deflasi atau penurunan harga-harga pada Oktober ini.

"Minggu ketiga minus 0,09 persen. Kalau 0,09 persen kan deflasi, mendukung dan kita meyakini inflasi pada 2015 akan di bawah 4 persen," kata Gubernur BI Agus Martowardojo saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Efek Kunjungan Jokowi, Pengusaha Amerika Inves Sektor Kreatif 40 juta USD

Ilustrasi

Jakarta (RI) – Berdasarkan catatan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),  pengusaha Amerika Serikat meminati investasi pada sektor ekonomi kreatif hingga 40 juta dolar AS (setara Rp500 miliar dengan kurs Rp12.500) sebagai dampak kunjungan Presiden Joko Widodo ke negara itu.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan minat itu disampaikan dalam pertemuan satu per satu (one-on-one meeting) setelah kegiatan "Investment Summit" di Washington DC.

Pages