Ekonomi

Ekonomi Indonesia Kuat

D saat Indonesia memegang peran penting d mata dunia, sebagai tuan rumah perhelatan tahunan IMF, kubu oposisi sebisa mungkin ingin jangan sampai event ini sukses.

Herannya, mereka lebih suka Indonesia yg terlihat memelas, miskin, mlarat, dan tak berdaya,.. daripada merepresentasikan diri sebagai bangsa yg kuat, negara yg mampu, dan manusia yg terhormat.

China Menuju Masyarakat Digital

Pernah pada satu kesempatan lain. Teman saya dari Ausi membeli Teh. Teh itu dibelinya dari petugas cleaning service di Shenzhen. Petugas cleaning service pesan secara online. Darimana dia dapat uang untuk beli teh itu yang cukup mahal. Kalau di kurs kan dalam rupiah sebesar Rp, 9 juta. Teman saya dari Ausi jelaskan bahwa cleaning service itu dapat credit line melalui application Loan instant lewat internet. Setelah barang sampai diantar pejual ke hotel. Cleaning service akan dapat uang tunai dari pembeli.

Rasio Pajak ( Tanggapan Atas Program Ekonomi Prabowo-Sandiaga)

Apa yang mempengaruhi Tax Ratio ? Faktor-faktor yang bersifat makro, di antaranya adalah tarif pajak, tingkat pendapatan per kapita dan tingkat optimalisasi tata laksana pemerintahan yang baik. Sementara faktor-faktor yang bersifat mikro, di antaranya adalah tingkat kepatuhan Wajib Pajak, komitmen dan koordinasi antar-lembaga negara serta kesamaan persepsi antara Wajib Pajak dan petugas pajak. Jadi ada unsur imbal balik antara rakyat dan negara.

Diantara Sensitifitas Netizen dan Taper Tantrum Ekonomi Global

Kutip;

BI, saat Indonesia mengalami tekanan dari ekonomio global yang memicu arus modal keluar, mereka langsung memperketat kebijakan moneter dengan menjaga perbedaan suku bunga acuannya dengan bank sentral AS. Upaya tersebut cukup ampuh membendung arus modal keluar.

Siapa Yang Membayar Hutang?

Melalui pemilihan umum (pemilu) berikutnya, Jokowi naik tahta sebagai Presiden ke-7 (2014-2019) menggantikan SBY namun hutang yang di tinggalkan oleh SBY kepada Jokowi yang sudah tercatat dalam APBN-P tahun 2015 sebesar Rp 3.165,2 triliun atau USD 229,44, Sekarang tahun 2018 utang tercatat sebesar Rp. 4.253 Triliun atau USD 293. Terjadi peningkatan Rp. 1.088 Triliun. Namun pada waktu periode yang sama Jokowi mencicil utang sebesar kurang lebih Rp. 1200 Triliun.

Pages