Ekonomi

Hati-Hati Sampaikan Tentang Krisis di Publik

ilustrasi

Di sisi lain, rakyat yang tidak sabar dan haus informasi, menginginkan keterbukaan informasi seluasnya. Terjadi kesenjangan yang memungkinkan gejolak sosial politik, jika kepercayaan rakyat tinggi terhadap pemerintah, hal demikian bisa diredam efek buruknya. Yang berbahaya, jika ada pihak ketiga bermain dan menghembuskan isu liar, perubahan politik bisa terjadi. Untungnya, di Amerika Serikat, pemain ketiganya tidak ada.

PBB Bangkrut, Akhir Dominasi Amerika?

ilustrasi

Pertanyaannya, apa yang akan terjadi jika PBB bubar? Yang paling utama adalah tidak terjaminnya Perdamaian dan Keamanan Dunia. Dan ini sangat mungkin dapat memicu meletusnya perang sebagaimana dulu yang terjadi pada LBB . Dan yang patut diwaspadai adalah, indikasi "kesengajaan" oleh Amerika untuk menciptakan kondisi seperti ini. Hal ini tidak lepas dari beberapa gelagat yang sudah ditampakkan oleh Paman Sam.

10 Tahun Lagi Indonesia Bebas Utang?

ilustrasi

Pada tahun 2014 Pemerintahan Jokowi membayar utang jatuh tempo Rp237 T. Tahun 2015 sebesar Rp226,26 T. Tahun 2016 sejumlah Rp322,55 T. Tahun 2017 sebesar Rp350,22 T. Bahkan tahun 2018 di tengah isu miring, Jokowi membayar utang senilai Rp492,29 T.

Jokowi berutang Rp1.644 T, tetapi mampu membayar utang Rp 1.628 T. Artinya, utang Jokowi sejatinya cuma Rp16 T dalam 4 tahun kepemimpinannya.

Investor ke Vietnam

Pejabat Vietnam korupsinya mungkin lebih getol. Sogokkan gak kalah banyak. Tapi ada satu yang pasti, jalanan di Vietnam jarang ada demo. Buruhnya tertib. Produktivitasnya juga lebih tinggi.

Di Vietnam stabilitas politik terjaga. Pemerintah mungkin sedikit keras. Dan disana gak ada FPI apalagi HTI. Kerja, ya kerja. Dagang ya, dagang. Gak direpotin sama demo-demo.

Pages