Artikel Pilihan

Politik Pencitraan Anies Baswedan

Pernyataannya berbalik setelah Anies kalah dalam konvensi Partai Demokrat. Ia tanpa malu malah beralih mendukung Jokowi sebagai calon Presiden. Sikapnya pun berubah. Ia mati-matian membela Jokowi dengan memujinya sebagai sosok inspiratif dalam setiap aksi-aksi nyata turun ke bawah untuk melihat langsung problem yang dialami masyarakat.

Menuduh Munafik, tapi Kemunafikan diri Sendiri tidak Diperhatikan

Al-Imam Ibn Katsir ketika menafsiri ayat ini berkata, bahwa larangan menyolatkan jezanah orang munafik tidak terkhusus pada Abdullah bin Ubay bin Salul saja, tapi mencakup semua orang yang sudah diketahui kemunafikannya. Sebagaimana beliau dan banyak ahli tafsir yang lain juga mengetengahkan banyak riwayat bahwa setelah turun ayat ini Rasulullah SAW tidak pernah lagi menyolatkan jenazah orang munafik dan berdoa serta mengurus pemakaman mereka.

Hari Raya Orde Baru (30 September & 1 Oktober)

Dua hari ini adalah hari yang paling sentral dari ‘agama Orde Baru.’ Saya katakan agama karena dua hari ini berfungsi mirip seperti agama: ada upacara, ada renungan, ada doa-doa, ada ritus-ritus (berkunjung ke Lubang Buaya). 30 September adalah hari kematian. Disusul kemudian oleh 1 Oktober yang merupakan hari kemenangan. Susunan upacara peringatan ini sungguh mengingatkan kita pada hari raya agama-agama, dimana ada penaklukan atas kematian dan kemudian merayakannya sebagai kemenangan?

Tolak Sholati Jenazah, Wujud Pelaku Tak Fahami Agamanya

Ilustrasi

Atas dasar itulah Khawarij lalu mengkafirkan kubu Khalifah Ali dan kubu Mu’awiyah bin Abu Sufyan, lantaran kedua pihak sama-sama menempuh tahkim (arbitrase) demi mengakhiri Perang Shiffin.  Arbitrase semacam itu, bagi Khawarij, sama halnya dengan berhukum dengan aturan buatan manusia dan mengabaikan hukum Allah. Dan berpedoman dengan hukum manusia, buat Khawarij, adalah suatu tindakan kufur. Pelakunya layak dibunuh.

Pages