Artikel Pilihan

AJI Indonesia Kecam Intimidasi FPI terhadap Indrie Soraya dan Fiera Lovita

 
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengecam keras segala bentuk intimidasi, kekerasan, dan pengekangan kebebasan berekspresi yang belakangan kerap dilakukan Front Pembela Islam (FPI). Aksi anggota FPI mendatangi rumah pengguna media sosial yang dituduh menulis status bernada miring pada Imam Besar FPI Rizieq Shihab serta memaksa mereka meminta maaf di bawah ancaman pidana adalah tindakan teror yang tak boleh dibiarkan. 
 

Kasus Dokter Fiera dan Isu Agama Menggoyang Para Dokter?

Ambil contoh sejumlah postingan para dokter, termasuk di Facebook Sekretaris Jenderal PDIB, dokter Patrianef, dan juga dokter Yogi Prawira. Dokter yang terakhir ini secara aktif mengecam apa yang dia disebut sebagai pembunuhan karakter dokter Dalimunthe yang disebut di media sosial sebagai “dokter rasis.”

Saat FPI Mengintimidasi Dokter di Solok

8. Saya akhirnya mampir ke Masjid dekat RSUD Solok, sholat sebentar, sementara anak-anak saya masih terus menangis. Anak-anak saya takut pulang, karena anak-anak saya takut saat di rumah akan diserbu oleh orang-orang yang tidak dikenal. Saya akhirnya juga ikut menangis, lalu saya tenangkan anak-anak saya dan saya ajak pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, saya dan anak-anak ketakutan, saya telepon beberapa orang teman, mereka cemas dengan keberadaan saya, tetapi semua teman saya tak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Cara Efektif Melawan Terorisme

Bilang kepada mereka agar di setiap khotbah dan pengajian mengdakwahkan atau mengkampanyekan bahwa perbuatan terorisme dan radikalisme adalah tindakan jahat dan haram yang tidak Islami dan jauh dari nilai-nilai Al-Qur'an dan keislaman, bahwa kaum teroris adalah para penghina agama Islam yang mulia. Oleh karena itu para pelakukanya (kaum teroris) akan nyungsep ke neraka dan bercumbu dengan 72 "Mak Lampir".

Presiden Jokowi: Tidak Ada Tempat Bagi Terorisme Di Indonesia

Menurut Presiden, kejadian serupa tidak boleh terulang kembali di masa mendatang. Mengingat aksi teror bom tersebut dapat menyerang siapapun, mulai dari warga sipil hingga aparat penegak hukum.

"Betul-betul kita sangat menyesalkan ini karena kalau kita lihat tadi korbannya dari mahasiswi ada, sopir Kopaja ada, kemudian yang anggota Polri juga ada, kemudian pegawai juga ada," tuturnya.

PBNU: Bom Bunuh Diri Kampung Melayu Hancurkan Kemuliaan Islam

"Makanya kita kalau di terminal, bus-nya bagus, tapi ngajak penumpangnya kasar ya enggak ada orang mau naik. Tapi kalau dengan cara yang ramah, fasilitas full AC, toilet, snack, ya orang akan naik," ujar Kiai  Said memberi contoh.

Padahal, kata Kiai Said, selama ini banyak ulama atau kiai dari NU yang terus menerus menyampaikan ajaran-ajaran Islam yang ramah, moderat, serta toleran.

Antara yang Menerima Vonis Penjara dan yang Kabur

 

Ketika saya menanggapi rekonsiliasi nasional yang didengungkan oleh wan Anies, tiba2 ada yang komen, gantung aja Ahok. Orang yang suka berargumen pakai dalil Islam, kok seperti itu komennya. Belajar Islam dari mana, sampai bisa hatinya sekeras batu, kejam tak berperikemanusiaan seperti itu?

Lilin yang Meleleh

 

"Saya khawatir banyak pihak yang akan menunggangi jika para relawan berunjuk rasa, apalagi benturan dengan pihak lawan yang tidak suka dengan perjuangan kita.

"Mari kita tunjukkan bahwa Tuhan tetap berdaulat dan memegang kendali sejarah setiap bangsa. Kita tunjukkan bahwa kita orang yang beriman kepada Tuhan Yang Masa Esa pasti mengasihi sesama manusia, pasti menegakkan kebenaran dan keadilan bagi sesama manusia."

Di Bawah Bayang-Bayang Ahok

Ilustrasi

Belum lagi pengamatan kritis dari para pendukung Ahok. Apapun yang dilakukan Anies pasti discrutinized habis2an. Sangkaan korupsi akan menghantui setiap geraknya. Berbagai macam tuduhan siap menerkam dalam setiap pengambilan keputusannya. Bila sampai ada standard yang menurun dari masa2 Ahok, siap2lah mendapat bullyan bertubi2. Bahkan tidak menutup kemungkinan munculnya hoax untuk mendiskreditkan pencapaian Anies.

Pages