Artikel Pilihan

Upaya Menggembosi Ahok Gagal, Whats Next?

Oleh : Amri  L Toruan

Mencuatnya kasus dugaan penistaan agama oleh calon petahana Basuki Tjahaja Purnama disinyalir sangat erat kaitannya dengan kepentingan politik di Pilkada DKI 2017. Aromanya semakin terasa usai SBY melakukan konferensi pers pada 2 November lalu di Cikeas. Publik segera bereaksi menyikapi pidato politik SBY yang dianggap sebagai provokasi, dengan tujuan terselubung untuk "melenyapkan" Ahok dari arena Pilkada yang akan digelar Februari 2017.

Tuhan, Orang Indonesia Lucu-lucu, 'Penistaan Agama' Dijadikan Panggung Politik

 

Oleh : Denny Siregar

Siapapun bisa melihat bahwa peristiwa "penistaan agama" ini dijadikan panggung oleh banyak pihak.

Auranya kental sekali dan mereka seperti berdesak2an di panggung yang kecil dan hampir rubuh itu.

Ada yang mencari nama dengan memaki Presiden pake nama binatang. Supaya menonjol dan terlihat berani, dengan tujuan "coblos-lah saya nanti di Bekasi". Gara2 itu anaknya sampe gak bs cari makan di dunia hiburan. Sungguh kasihan..

Buni Yani Resmi Tersangka dalam Kasus Penyebaran SARA

REDAKSIINDONESIA-Penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menetapkan Buni Yani sebagai tersangka terkait penyebaran video Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sosok yang berprofesi sebagai dosen ini dinilai memenuhi unsur menyebarkan informasi SARA.

Kangen Mulut Ahok

Oleh : Denny Siregar

Seorang teman berkata, "Ada orang istana ngomong gini, gua dah ingetin Ahok supaya mulutnya dijaga. Dia iya iya, tapi 3 hari gitu lagi.. Kayaknya Ahok perlu disumpel selotip ajaib.."

Saya ketawa ngakak dengarnya. Duh, jujur saya malah kangen dengan gayanya Ahok, cara ngomongnya yang meledak2 dan langsung to the point. Bagi sebagian orang memang terlihat kasar, tapi bagi saya itu hiburan yang menyehatkan.

Baca Ini Sebelum Bilang Kafir, Bedakan Antara "Kafir" dan "Kristen"

 

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Saya kadang mesam-mesem membaca banyak "meme" dan pernyataan di medsos atau "dumay" tentang larangan "orang kafir" menjadi pemimpin (maksudnya, "kepala daerah") atas umat Islam. Tetapi yang "mereka" maksud dengan "orang kafir" itu adalah "Ahok yang Kristen". Mereka bilang ini amanat Kitab Suci (baca, Al-Qur'an) yang kedudukannya jauh lebih tinggi daripada "Konstitusi".

Pemimpin, Akhlak dan Kerja

Oleh: Sumanto Al Qurtuby
 

Belum lama ini Aa Gym membuat komentar yang menarik dan menggelitik untuk ditanggapi. Ia mengatakan, kurang lebihnya begini, "Pemimpin itu tidak cukup bilang kerja, kerja, kerja tapi akhlak, akhlak, akhlak, baru akan dicintai oleh rakyatnya".

Saya kira ia benar bahwa seorang pemimpin politik-pemerinahan yang baik itu tidak hanya "bekerja" saja tetapi juga harus "berahlak". Hanya saja, menurut saya, ada sesuatu yang "ganjil" dalam pernyataan beliau, yang perlu dibahas lebih lanjut.

Ketika FPI Makin Ngelunjak

Oleh: Afa Muaffa
 

Harus diakui, Front Pembela Islam (FPI) telah sukses mengerahkan massa dengan menjual isu agama pada 4 November lalu, dan sukses menggosok sejumlah ulama di Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengamini misinya agar mengeluarkan sikap. Dengan memprovokasi umat bahwa agama telah dinistakan oleh seorang tionghoa kafir bernama Ahok, masyarakat muslim dari berbagai penjuru di Indonesia pun berbondong-bondong mengikuti aksi demonstrasi ke Jakarta.

Pages