Artikel Pilihan

KPAI Hentikan Djarum Cari Bibit Unggul Bulu Tangkis

ilustrasi

Hal ini tentunya sangat memprihatinkan karena ada banyak anak2 yg jadi perokok di republik ini karena hal ini akan menjadi beban pembangunan karena rokok salah satu produk yg buruk bagi kesehatan. Dan jelas banyaknya jumlah perokok di Indonesia ini gak lepas dari masivenya iklan perusahaan rokok di berbagai lini, termasuk juga PT Djarum dengan PB Djarumnya yg ironisnya ngiklan di dunia olahraga yg harusnya gak boleh ada iklan rokok apalagi melibatkan anak2.

Kesesatan yang Mereka Bilang Hijrah

ilustrasi

4. Cadar. Bukan ajaran Islam. Jelas sejarahnya. Silakan googling.

5. Jenggot dan celana ngatung. Cuma bungkus "by design". Bagian dari nomor 3 di atas. Cuma itu maksudnya. Mengeksklusivekan diri. Nalar gak digunakan. Dalil "sunah rasul" juga mesti dgn nalar. Misalnya ya gak mungkin kita saat ini melakukan semua yg dilakukan rasul sehari2. Jaman jauh berbeda. Gak usah naik mobil, onta aja. Gak usah gadgetan sekalian.

Jalan (Terjal) Esemka

ilustrasi

2. Brand China
Tak bisa dielakkan lagi kalau produk Esemka dibangun dari platform mobil China, baik itu Foday maupun Changan. Sebenarnya tentu saja tidak haram membangun industri mobil dengan berkolaborasi dengan pabrikan lain yang sudah lebih dahulu jalan.

BPJS Untuk Rakyat

ilustrasi

IURAN BPJS hanya bagi mereka rakyat yg MAU NAIK KELAS PERAWATANNYA, atau bagi PEKERJA yg wajib diasuransikan oleh perusahaannya yg hanya dibebani 1% dari gajinya, sementara perusahaannya menanggung 4%.

Kalau sang karyawan mau naik ke kelas VIP ya bisa. Tapi iurannya naik. Silahkan cek tabel iurannya, sy gak hafal.

Fenomena Syahrur

ilustrasi

Sudah begitu, masih pula menyalah-nyalahkan orang yang justru ahli di bidang ilmu tersebut.

Mirip anak alay yang mencaci maki Bang Haji Rhoma Irama, sambil menuduh beliau tidak mengerti dangdut. Padahal justru Beliau itu raja dangdut. Bahkan frasa dangdut pun beliau juga penciptanya.

Pemilik Saham Freeport Goyang Pemerintah Via Aksi Papua?

ilustrasi

Itu baru taksiran tahun 1991, delapan tahun sebelum Nusamba menguasai saham-saham empuk di tambang tembaga-emas-perak PT Freeport Indonesia di Irian Jaya, serta raksasa automotif PT Astra Internasional. Makanya taksiran nilai total kekayaan seluruh keluarga besar Suharto, sebesar US$ 40 milyar (Newsweek, 26 Januari 1998), cukup masuk akal. Juga, cukup untuk menebus bangsa Indonesia dari kemelut moneter sekarang ini, tanpa harus berhutang pada IMF.

Gus Dur dan Bintang Kejora

Tantangan suatu bangsa ialah konflik, baik karena kepentingan kultural maupun kepentingan politik. Apalagi jika melihat melimpahnya kemajemukan Indonesia yang menempati posisi teratas dalam kehidupan bangsa-bangsa di dunia. Sekali terjadi konflik, seketika itu akan dimanfaatkan kelompok-kelompok tertentu yang ingin mendelegitimasi eksistensi negara.

Pages