Artikel Pilihan

Pemberian Gelar Kepada Fadli Zon Terancam di Cabut Sri Paduka Raja Buleleng

Kami juga sudah mempertimbangkan untuk membatalkan dan mencabut pemberian gelar dimaksud yang sudah tidak sesuai dengan peraturan dan prosedur yang semestinya.
Melalui kesempatan ini pula kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua Semeton dan Warga Buleleng, Bali khususnya dan Nusantara pada umumnya atas kelalaian dan kecerobohan ini.
Demikian pernyataan sikap kami ini kami sampaikan sedemikian agar masyarakat luas kiranya dapat maklum,

Makruf Amin : Jokowi Melawan Neoliberalisme, Bantah Tudingan Prabowo

Ekonomi neoliberal yang menggunakan pendekatan trickle down effect atau teori menetes ke bawah, kata Maruf, merupakan kebijakan yang diterapkan pada pemerintahan dulu. Teori trickle down effect dipakai dengan harapan agar kekayaan dari atas bisa menetes ke bawah. Namun, teori itu gagal karena membuat kesenjangan semakin lebar. Sehingga, Maruf menilai bahwa dampaknya baru terasa saat ini.

Mempermalukan Diri Sendiri

 

Saat ini Putin sudah memerintah negara komunis ini hampir 20 tahun dan sangat mungkin akan terus berlanjut hingga 32 tahun atau lebih, karena Putin pandai mengakali konstitusi. Hingga jurnalis Geotimes Cania Citta Irlanie mengatakan: "Kalo Indonesia presidennya seperti Putin, kepala situ udah ilang dari kapan tau, kagak sempat jadi selebtuit." Menanggapi cuitan Fadly Zon tentang Putin.

Pemimpin yang Sudah Selesai dengan Dirinya Sendiri

 

Pada titik ini, seorang Jokowi sudah merasa cukup, tidak perlu menumpuk harta segunung untuk tujuh turunan. Tidak perlu sibuk membangun dinasti dalam sebuah partai. Tidak perlu cemas memikirkan anaknya terlibat narkoba ataupun kejahatan yang memalukan nama keluarga. Isteri setia yang mendampinginya kemana-mana dan kebahagiaan ketika bersama cucunya jalan-jalan.

Apa yang kurang pada Jokowi ?

Benarkah Tommy Winata Penyandang Dana Gatot untuk Piplres 2019?

Tomy Winata, sementara itu, punya bisnis kian moncer. Ketika Edi menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat, pada 1988, Tomy membeli saham Bank Propelat. Semula, bank ini hanya dimiliki Yayasan Kartika Eka Paksi, yang berada di bawah TNI Angkatan Darat. Bank inilah yang menjadi cikal-bakal Bank Artha Graha, lini utama bisnis Tomy.

Indonesia Tahun 2030 Makmur Bukan Impian

Dalam risetnya, PwC selain menggunakan metode pendekatan paritas daya beli, dalam memproyeksikan nilai GDP, PwC juga turut memperhitungkan variabel demografi, tingkat pendidikan, dan modal investasi yang akan masuk ke negara-negara di bawah ini sehingga akan mendapat nilai proyeksi GDP tersebut. Nah berdasarkan nilai GDP dengan metode perhitungan tersebut menempatkan Indonesia dengan perekonomian big emerging market.

Pages