Artikel Pilihan

Ketakutan dan Ketidaktahuan tentang Palu Arit

Seru, tentu saja, karena membahas lambang palu arit di negeri kita ini sesuatu yg ngeri-ngeri sedap. Ini sebenarnya perbincangan yang tak disengaja, bermula dari Ille yg berinisiatif meminjam kopiah saya utk dikenakan di kepalanya lalu kami foto bersama lalu Ola mengeluarkan topi khas Rusia yg di bagian depan terpampang logo palu arit.

Teori Flat Earth (Bumi Datar) Dari Gerombolan Jenggoten

Bagaimana menyikapi proponen teori purba seperti FE? Saya melihat mereka yang termakan oleh FE adalah orang-orang yang kemampuan sainsnya kurang memadai. Dan ketika ada orang dengan kemampuan sains yang tinggi ikutan menyebarkan FE, saya menduga bahwa ia sebenarnya yakin kalau FE itu keliru, namun ia lebih suka melakukan trolling dengan keahliannya, dan membuat seolah-olah FE itu ilmiah. Nah banyak orang yang termakan, ya karena memang dasar ilmu fisikanya sangat lemah.

Andaikan Ahok Menang

Andaikan Ahok menang maka itu harus di jadikan pelajaran bagi kita. Itulah kehendak Allah. Karena kekuasaan itu bersumber dari Allah dan Allah akan memberi kepada siapa saja yang di kehendakinya. Bagi yang tidak memahami ini mungkin masih memandang agama sebagai something to use but not to live. Orang berpaling kepada Tuhan, tetapi tidak berpaling dari dirinya sendiri. Agama digunakan untuk menunjang motif-motif lain: kebutuhan akan status, rasa aman atau harga diri.

Tokoh Kok Baperan

Ada yang baper karena isu, kasus, masalah, atau apa yang dipercakapkan orang lain ternyata bersinggungan dengan perbuatan atau tindakan, perkataan, dan pikirannya.

Namun, ada juga percakapan yang sama sekali tidak bersinggungan dengannya, namun, dia merasa seakan-akan telah menjadi orang tertuduh, obyek perbincangan, walau sebenarnya tidak demikian.

Urus Saja Moralmu

Sebagian lagi sibuk menyangkal bahwa itu fitnah. Memang belum terbukti kebenarannya. Meski potongan-potingan puzle itu sudah mulai membentuk mozaik utuh. Tapi mari untuk sementara kita berpraduga tidak bersalah.

Yang mengherankan FPI yang biasanya galak, dikit-dikit lapor, dikit-dikit demo, kali ini cuma sibuk menangkis-nangkis. Sikapnya tumben defensif. Tapi sekali lagi sikap itu juga tidak lantas menjadi pembuktian bahwa kasus itu benar terjadi.

Budaya Memaafkan

Setelah sidang selesai ,beliau cepat memaklumi bahwa apa yang terjadi pada sidang bukanlah cermin dari pribadi masing masing orang yang terlibat. Itu hanya panggung drama peradilan dunia. Bukan tempat menemukan kebenaran hakiki tapi sebagai upaya mendekati keadilan yang mungkin bisa dicapai. Mengapa mungkin? karena tidak ada lain, harus menerima dengan ikhlas. Makanya tidak sampai membuat beliau baper dengan segala sikap yang tidak mengenakan dirinya selama sidang.

Pages