Artikel Pilihan

Bayang-Bayang Radikalis, Organisasi Terlarang HTI & Teroris ISIS Dibalik Capres

 

Lihatlah pada kelompok mana radikalis-radikalis itu menitipkan agendanya. Jelas sekali, mereka berkumpul di salah satu poros yang ikut berlaga dalam kontestasi Pilpres tahun 2019. Sang Capres boleh berkilah dan mengatakan apapun untuk tidak mengakui kenyataan di depan mata. Tapi entah sadar atau tidak, dia tampil dengan menggendong kekuatan radikalis.

IJTIMA Ulama Jilid 2 Itu Dagelan Karena Putus Asa Dengan Prabowo

Masyarat jangan terkecoh dengan istilah “Ijtima” ulama yang samasekali tidak ada kaitan-nya dengan fiqih dalam ajaran Islam, karena Ijtima berasal dari bahasa Arab dimana dapat berarti “kumpul” atau “kumpul-kumpul” atau dalam bahasa gaulnya adalah “kongkow-kongkow”, jadi ijtima ulama dan tokoh nasional artinya kongkow-kongkow ulama dan tokoh nasional.

Awas , PKS Partai Pengusung Prabowo-Sandiaga Ditunggangi Organisasi Terlarang HTI

Keterlibatan HTI dalam #2019GantiPresiden juga tidak bisa ditutupi manakala di sejumlah daerah  terdapat tagar GantiPresiden terdapat  pula logo PKS dan HTI. Misalnya di Kabupaten Bandung, spanduk bertulis 'Ganti Sistem - Deklarasi 2019 Ganti Presiden - Jawa Barat Saatnya Khilafah Ditegakkan' terpasang di pertigaan Jalan Raya Warung Lobak, Gandasoli, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Tidak Perlu Debat Capres, Dengan Lomba Renang Sandiaga Bisa Mengalahkan Jokowi-Ma'aruf Amin

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Kubu Prabowo-Sandi sudah menantang debat capres 2019 dengan bahasa Inggris tapi kalau kubu Jokowi tidak berani dengan alasan tidak fasih berbahasa Inggris, Sandiaga Uno menawarkan untuk tidak perlu debat capres saja tapi digantikan dengan LOMBA RENANG.

Ketika bakal cawapres Sandiaga Uno bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Stadion Akuatik GBK hari ini. Apa yang dibicarakan?

Sandiaga mengaku ia dan Jokowi berbincang soal lomba renang. Bahkan, dalam perbincangan itu, tercetus ide menggelar lomba renang.

Presiden Jokowi Sedang Menghadapi 3 Perang, Haruskah Kita Biarkan Sendirian?

Oleh : Ester Nuria Surianegara

MINGGU Depan tepatnya tgl 23 September 2018, Kita mulai masuk pada tahapan masa KAMPANYE dalam rangka PEMILU Serentak 2019, baik itu PILPRES maupun PILEG baik itu Pemilihan Anggota DPR RI, DPD RI maupun DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota.

Merespon dinamika Sosial Politik yang makin meriah dan panas, perlu kita saling mengingatkan, bahwasannya Pemilu hanyalah satu instrumen sirkulasi saja untuk mencari elit politik nasional per periode dalam perjalanan panjang Negara dan Bangsa Tercinta ini.

Meski Ormas Terlarang, PKS Tetap Gauli HTI

Ilustrasi

Kita tahu bahwa HTI berbahaya karena ingin mengganti system dengan khilafah. Lantas apa fakta-fakta sesungguhnya tentang HTI? Pertama, HTI itu sesungguhnya parpol bukan ormas. Hizbut dalam terminologi bahasa artinya partai. Hanya untuk mengelabui masyarakat dan pemerintah didaftarkan sebagai Ormas. Kedua, HTI telah ditolak lebih dari 15 negara muslim. Artinya meski warganya mayoritas muslim, mereka tidak menggunakan khilafah. Ketiga, Sistem pancasila merupakan bentuk Negara kesepakatan, dan tidak mentolerir perubahan.

Pelukan Maut Sang Jendral "Kardus"

Ilustrasi

Dan lihat senyum kepasrahan bin ketakutan yang diperlihatkan Andi Arief. Terlihat pasrah berserah. Matanya layu penuh kekerdilan. Dan gigi ompong-nyapun terlihat menggigit angin. Andi Arief telah menunjukkan kelasnya sebagai petarung kelas bulu tikus. Yang sok berani mencicit di awal tapi menyerah kalah saat pertandingan belum dimulai. Dia bertekuk lutut dipiting sebuah rangkulan maut.

Pages