Artikel Pilihan

Mempertanyakan Kehabiban Rizieq Shihab

Oleh: Kajitow Elkayeni
 

Secara bahasa habib artinya orang yang dicintai. Bentuk jamaknya habaib. Ia adalah gelar atau sebutan yang diberikan pada keturunan Rasulullah tertentu. Habib tidak bisa diobral atau diaku-aku, untuk modal ceramah, agar terlihat wah. Ia gelar yang diberikan komunitas dengan beberapa syarat.

Tati Oktian, Guru yang Memprovokasi Pembunuhan atas Kepala Negara

Oleh: Fafa Muafa

Namanya belum seterkenal Dwi Estiningsih, kader PKS yang meniti karir sebagai provokator pemecah belah bangsa dengan cuitan SARA. Tapi Tati Oktian sejenis dan sepertinya memang sesama Cyber Army yang menggunakan pola-pola yang sama dengan Esti dalam aksinya. Kalau Esti bergerak di Twitter, Tati bergerak di Facebook.

MUI, Fatwa dan Kesalahan Fatwa

REDAKSIINDONESIA-Baru-baru ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa yang tidak perlu dan salah. Fatwa atau petuah itu berjudul “hukum menggunakan atribut keagamaan non-Muslim.” Fatwa ini menggunakan definisi yang luas dan serba mencakup. Atribut keagamaan adalah “sesuatu yang dipakai dan digunakan sebagai identitas, ciri khas atau tanda tertentu dari suatu agama dan/atau umat beragama tertentu, baik terkait dengan keyakinan, ritual ibadah, maupun tradisi dari agama tertentu.”

Mujahidin, Sang Guru Umar Patek Tobat

Kalimat ‘Dulu NU, Muhammadiyah, NKRI; Musuh Saya’ dari mantan, teroris Abdurrahman Ayyub membuat terpukau peserta dialog tentang radikalisme dan terorisme, di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (12/9).

Abdurrahman adalah mantan petinggi Jamaah Islamiyah, jaringan teror yang ditakuti Barat. Karirnya dalam gerakan radikal lumayan mentereng. “Saya dulu melawan Rusia di Afganistan. Kalau karir saya diteruskan, saya bisa setara komjen (komisaris jenderal dalam kepolisian),” katanya disambut tawa hadirin.

Diam Sudah Nggak Musim

Oleh: Eko Kuntadhi
 

Banyak orang menyangka, kaum spesies dengkul pandai meributkan hal remeh temeh, disangkut pautkan dengan agama. Orang mengira itu disebabkan karena kebodohan belaka.

Bukan. Sesuatu yang tampaknya bodoh itu, menurut saya, memang sengaja disetting. Sengaja diproduksi. Tujuannya simpel. Untuk menciptakan kegaduhan terus menerus di masyarakat dan menjaring spesies dengkul lainnya. Mereka dijanjikan surga, padahal yang mau diciptakan adalah neraka.

Sebut Pahlawan Kafir, Kader PKS Dwi Estiningsih Dilaporkan ke Polisi

REDAKSIINDONESIA-Kicauan Dwi Estiningsih di Twitter terkait gambar pahlawan dalam uang baru yang menyinggung masalah suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), menuai kecaman. Forum Komunikasi Anak Pejuang Republik Indonesia (Forkapri) melaporkannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Rabu (21/2).

Jilbab Cut Meutia

Oleh: Kajitow Elkayeni
 

Setelah gambar Cut Meutia muncul dalam serial uang baru, beberapa ektremis mulai menyebarkan propaganda. Dengan dalih pemurnian agama, mereka menuding Pemerintah menyembunyikan fakta sejarah. Orang islam kagetan ini jelas tidak paham sejarah. Dengan waham dunia islam versi mereka, kultur Arab dijadikan pedoman hidup. Islam memang lahir di sana, tapi islam bagaimanapun juga, bukanlah Arab seutuhnya.

Penjelasan Hadis Yang Dibajak untuk Tanggapi Tangisan Ahok

REDAKSIINDONESIA-Tulisan ini dibuat untuk membiasakan diri melakukan verifikasi dan validasi setiap informasi yang kita terima, serta semaksimal mungkin memastikan kebenaran informasi itu terlebih dahulu sebelum membaginya kepada yang lain.

Setelah melihat tayangan Ahok menangis di persidangan, tak lama kemudian (hanya hitungan menit) bertebaranlah di media sosial dan pesan (Whatsapp), kemudian menjadi viral, sebuah “hadis” berikut ini:

ﺇﺫﺍ ﺗﻢ ﻓﺠﻮﺭ ﺍﻟﻌﺒﺪ، ﻣﻠﻚ ﻋﻴﻨﻴﻪ، ﻓﺒﻜﻰ ﺑﻬﻤﺎ ﻣﺎ ﺷﺎﺀ

Pages