Artikel Pilihan

Di Balik Susutnya Massa Aksi Bela Islam

Prediksi minimnya peserta tampaknya tidak sepenuhnya meleset. Jika ditarik dari pusat komando aksi di Bundaran Patung Kuda, uraian massa yang berkumpul tak memenuhi seluruh Jalan Medan Merdeka Selatan.  Di tengah bundaran, kondisinya pun senggang, tak seperti saat aksi 411 atau 212 jilid I yang saking padatnya untuk jalan pun teramat susah.

Kemarahan Ahok, Getir Lirih Orang Tak Berdaya

Beberapa hari terakhir belakangan ini hampir semua waktu saya habis blusukan di gang-gang sempit perkampungan padat penduduk. Setiap hari kecuali Selasa saya dan teman-teman relawan Bara Badja menyapa para warga di empat titik kelurahan yang telah kami tentukan untuk dikunjungi. Selasa adalah jadual tetap untuk aksi kawal sidang Ahok, otomatis kami tidak bisa blusukan.

Aksi 313 dan Upaya-upaya Melengserkan Ahok dari Balai Kota

“Bawa bendera ormas masing-masing. Kalau enggak punya bawa bendera Lailahailallah Muhammadarasulullah, bendera tauhid kita. Ayo bersama-sama kita ke Jakarta, tanggal 313 [Jumat 31 Maret 2017]. Kita bela Allah, kita bela Rasul, kita bela Alquran. Allah Akbar. Allah Akbar. Allah Akbar,” demikian Al Khaththath menutup seruannya.

KH. Masdar F. Mas’udi: Keberanian Karena Kedalaman Ilmu

Namun meskipun Masdar menjadi tokoh penting, dalam kepemimpinan Gus Dur, Masdar memilih berperan di luar lembaga formal NU dengan menggawangi Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M). Lembaga ini dulu diirikan oleh tokoh-tokoh penting NU seperti Kyai Yusuf Hasyim, Kyai Sahal Mahfudz, Adi Sasono, Dawam Rahardjo, Johan Effendi dan masih banyak lagi. Peran P3M ini luar biasa untuk kemajuan pesantren. Masdar merupakan direktur ketiga di P3M, setelah mas Nasihin Hassan dan mas Mochtar Abbas.

KH Ma'ruf Amin: Negara Gaduh Setelah Ada Kelompok Radikal yang Salah Artikan Makna Jihad

Ia menuturkan, kelompok radikalisme agama, khususnya dari kalangan umat Islam, muncul lantaran salah dalam memaknai jihad saat terpengaruh arus globalisasi. Menurut dia, kelompok tersebut hanya memaknai jihad dengan perang. "Padahal jihad itu tidak hanya diartikan perang qitalan kalau dalam situasi perang, tapi juga berartiishlahan, yaitu perbaikan kalau dalam situasi damai," kata ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

Kebencian Sudah Meracuni Dunia Anak-anak, Intimidasi Menimpa Anakku

Adanya ayat dalam kitab suci yang melarang memilih calon dari agama lain. Namun itu bukanlah ayat yang terputus, selalu dibarengi dengan klausul sebab dan penyebab serta deskripsi lanjutan yang bisa multitafsir. Sehingga satu tafsir tidak otomatis menjadi benar atau dianggap kebenaran mutlak, karena itu masih jadi rahasia Tuhan. Dalam agama islam, Al Qur’an merupakan kitab suci yang 80% isinya adalah kiasan, bukan substansi. Substansi dalam Al Qur’an hanya seputar larangan memakan sesuatu yang haram, disini mutlak tidak ada penafsiran lain.

Riset KompasProperti Buktikan Program Rumah Anies Sulit Terwujud

Lantas, bagaimana halnya dengan apartemen? Apakah masih ada yang dijual dengan harga kurang dari atau setara Rp 350 juta di Jakarta?

Berdasarkan data KompasProperti, jumlah apartemen dengan harga Rp 350 juta atau di bawahnya bisa dihitung menggunakan jari. Cuma ada 6 apartemen di Jakarta yang harganya Rp 350 juta.

Para Ulama Tafsir Sepakat Konteks Al-Maidah 51 Bukan Kekuasaan, tapi Perang

Riwayat yang lain lagi merangkan bahwa ayat tersebut terkait dengan kekhawatiran umat Islam menjelang terjadinya perang Uhud (pada tahun kedua Hijriyah); karena itu, sebagian dari mereka mencoba meminta bantuan teman-teman Yahudi, dan sebagian yang lain ingin meminta bantuan kepada kaum Nasrani di Madinah; ayat tersebut turun untuk menasehati umat Islam saat itu agar tidak meminta bantuan kepada mereka.

Pages