Artikel Pilihan

Jakarta Kota Oposisi

 

Benar saja, pidato pertama Gubernur bicara soal kebangkitan pribumi, sebuah kosa kata yang kita tahu kemana arahnya.

Lalu perhatikan penyusunan RAPBD, banyak pos anggaran yang terkesan bagi-bagi jabatan. Tim pembantu Gubernur saja sampai 73 orang, dengan anggaran Rp 28 miliar setahun.

Belum lagi dana tunjangan Parpol yang naik 10 kali lipat. Dana perjalanan dinas yang saohah, sampai dana hibah ke ormas yang kita tahu arah ideologinya.

Jangan Jadikan Daerah Kami Seperti DKI

 

Ya. Semua mata dan telinga rakyat Indonesia melihat dan mendengar betapa gaduh dan bising Pilkada DKI.
Dari mulai hujatan-hujatan kedengkian kedengkian, makian kafir/bidah/musrik, bukan saja kepada Non Muslim, namun saudara muslim_nya pun dihujat dan dimaki jika berbeda pilihan dengan mereka.
Ayat Al-Qur'an yang notabene masih multi tafsir menjadi komodity, bau anyir jualan mayat masih terasa menyengat hingga kini.

Mahasiswa, Benteng Terdepan Hadapi Radikalisme Berbaju Agama

 

Mahasiswa memang kelompok rentan dimasuki ideologi khilafah dan radikal. Usia mereka yang muda begitu mudahnya dipengaruhi oleh sesuatu yang dianggap baru dan berbeda.

Ketika ada kelompok yang menawarkan pandangan tentang betapa menariknya ideologi khilafah dengan membawa cerita “revolusi” di beberapa negara, jiwa muda Mahasiswa biasanya terusik.

KPK Lucu-Lucuan

Ilustrasi

Banyak pertanyaan lain seputar efektivitas Bambang cs soal bersih-bersih di Pemda DKI. Namun kita memberi waktu buat mereka untuk membuktikan bahwa mereka bukanlah kucing anggora yang kebanyakan makan hingga takut sama tikus.
.
Tolok ukurnya adalah Bambang cs harus bisa membongkar praktek kongkalingkong jualan lapak trotoar yang dengan mata telanjang terlihat di Tanah Abang yang angka sampai milyaran.

Giliran Admin BNI Syariah Posting Tentang Intoleransi

Ilustrasi

Dan masih banyak oknum serupa yg bekerja di berbagai instansi negara, BUMN, PNS yg menikmati fasilitas negara tapi doyan fitnah kepada negara. Akun @digembok di twitter banyak "menguliti" PNS2 yg sering share fitnah dan hoax. Beberapa diantaranya tercyduk dan mengakui kesalahannya. Sayangnya cuma pengakuan di selembar kertas bermeterai. Belum ada sanksi yg lebih tegas kepada oknum2 seperti ini.

Menunggu Back Up NU dan Muhammadiyah Lawan Gerakan Intoleran

Ilustrasi

Dalam hal ini, model penguasaan mesjid (beserta pengurusnya) mulai masif dilakukan saat Soeharto tumbang. Saya melihat para pemuka agama yang moderat, yang mengkampanyekan pentingnya akhlak dan pendidikan yang inklusif, kalah agresif.

(Otokritik untuk PB NU setelah era Gus Dur yang melihat situasi umat terlihat baek2 saja)

Pages