Artikel Pilihan

Hari Raya Orde Baru (30 September & 1 Oktober)

Dua hari ini adalah hari yang paling sentral dari ‘agama Orde Baru.’ Saya katakan agama karena dua hari ini berfungsi mirip seperti agama: ada upacara, ada renungan, ada doa-doa, ada ritus-ritus (berkunjung ke Lubang Buaya). 30 September adalah hari kematian. Disusul kemudian oleh 1 Oktober yang merupakan hari kemenangan. Susunan upacara peringatan ini sungguh mengingatkan kita pada hari raya agama-agama, dimana ada penaklukan atas kematian dan kemudian merayakannya sebagai kemenangan?

Tolak Sholati Jenazah, Wujud Pelaku Tak Fahami Agamanya

Ilustrasi

Atas dasar itulah Khawarij lalu mengkafirkan kubu Khalifah Ali dan kubu Mu’awiyah bin Abu Sufyan, lantaran kedua pihak sama-sama menempuh tahkim (arbitrase) demi mengakhiri Perang Shiffin.  Arbitrase semacam itu, bagi Khawarij, sama halnya dengan berhukum dengan aturan buatan manusia dan mengabaikan hukum Allah. Dan berpedoman dengan hukum manusia, buat Khawarij, adalah suatu tindakan kufur. Pelakunya layak dibunuh.

Pahami Bela Islam Yang Benar

Bela Islam itu bukan dengan sibuk menghias diri dengan pakaian yang seolah menggambarkan keimanan. Karena Iman hanya diketahui melalui dalamnya ilmu dan bagaimana ia tunduk membumi dan menjadikannya berfungsi.

Yang suka berpakaian iman adalah iblis. Iblis sangat bisa berpakaian gamis, tapi ia tidak akan pernah mampu menyembunyikan ahlaknya yang tidak humanis..

Pages