Artikel Pilihan

Felix Siuaw, Muallaf yang Melampaui Batas

Ilustrasi

Felix Siauw adalah salah satu muallaf itu. Orang yang baru saja pindah agama dengan segala keterbatasan ilmunya. Ia murtad dari agama sebelumnya, dengan embel-embel telah mendapat pencerahan. Esok, bisa jadi ia pindah agama lagi jika mendapat pencerahan baru. Orang yang tidak memiliki kesetiaan beragama ini kemudian dijadikan jargon pemurnian agama. Seorang muallaf pendobrak. Ia menyalahkan pendiri bangsa, para ulama Aswaja. Mempertanyakan nasionalisme dan keislaman moderat.

Membela Islam dari Siapa?

Tahanan

Strategi mereka memang selalu cari musuh. Musuh itu dipentingkan untuk menakut-nakuti umat Islam. Makanya dimana-mana selalu sama langkahnya : menciptakan isu bahwa Islam sedang dinistakan, Islam sedan didzalimi. Islam sedang dikoyak-koyak. Padahal ini cuma urusan razia HP di tahanan. Hukum memang melarang tahanan membawa HP.

Cara Muslim Sikapi Negara Pancasila

Ilustrasi

Eyang amati ada sejumlah muslim kita yg ingin mendirikan negara islam di Indonesia, padahal para pendiri bangsa sdh sepakat bahwa Indonesia lahir sbg negara pancasila, bukan negara islam. Apakah para pendiri bangsa yg beragama islam itu muslim yg tidak bijak dan tidak paham ajaran islam shg harus dikoreksi oleh orang2 yg menuntut NKRI menjadi negara islam? Bisakah para pendiri bangsa yang beragama islam itu disebut pendosa dgn karena dituduh telah mewariskan sistem thogut kepada anak cucu yg beragama islam?

Vonis yang Tepat Untuk Buni Yani

Ilustrasi

Oleh karena Buni Yani lebih memilih menuruti hawa nafsunya yang ingin membuat gaduh suasana kebangsaan dan keagamaan daripada menghindarinya, maka sudah sepantasnya Buni Yani dihukum sesuai dengan dampak persoalan yang ditimbulkan dari perbuatannya. Pikirkan akibat dari apa yang telah diperbuat oleh Buni Yani, kerukunan beragama di negeri ini menjadi hal yang teramat langkah lagi. Para pemeluk agama sekarang menjadi sangat sensitif dan mudah terpancing amarahnya.

Fahri Hamzah Sebut Pernikahan Kahiyang Terlalu Mewah

 

Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2014 itu menjelaskan tentang Gerakan Hidup Sederhana. Isi dari SE nomor 13 tahun 2014 tersebut memuat beberapa poin penting, di antaranya mulai 1 Januari 2015, aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat negara diimbau membatasi jumlah undangan resepsi penyelenggaraan acara. Seperti pernikahan, tasyakuran, dan acara sejenis lainnya dengan maksimal 400 undangan, serta membatasi jumlah peserta yang hadir tidak boleh lebih dari 1.000 orang.

Pages