Artikel Pilihan

Yang Sejati dan Pencitraan

Ilustrasi

Watak pemimpin sejati sebagaimana Ahok dan Jokowi sebenarnya bisa ditiru, tetapi bagi yang sudah rusak jiwanya sungguh akan sulit menirunya. Ia tak kan memperoleh kebaikan apapun selain tatapan-tatapan mata kosong dari orang-orang yang putus asa karena muak dengan janji-janji palsunya. Kelak orang-orang yang berjiwa kotor seperti ini akan dihukum oleh rasa penyesalannya sendiri, dan seluruh harta benda maupun riwayat pangkat dan kedudukannya akan menghantui dirinya.

Kritik Kriminalisasi Ulama, SBY Lupa Rizieq di Penjara Saat Dia Presiden

Ilustrasi

Hebat bukan. Sekarang seseorang bisa disebut seorang ulama bukan karena manfaat hidupnya bagi alam ini, melainkan karena sudah dipanggil polisi dan dijadikan seorang tersangka. Sangat rendahan sekali status ulama tersebut dibuat oleh mereka. Dan SBY dengan sangat baiknya menjadi sama dengan mereka.

Gerindra dan SBY Lakukan Politisasi Tak Beradab

Ilustrasi

Yang kedua, justru dilakukan oleh ketum parpol ya sendiri sekaligus Presiden keenam. Isu kriminalisasi ulama dan pertumbuhan ekonomi diangkat. Warganet membalikkan pernyataan Presiden keenam dengan menyodorkan bukti bahwa di masa beliau menjabat, ada sekian (yang dianggap) ulama dihukum.

Sebutan "Ustad", Lain Di Sana Lain Di Sini

 

Penceramah juga jarang yang dipanggil "ustad", kecuali Ustad Zainuddin MZ atau Ustad Kosim Nurseha, dua di antara dai populer di zaman old yang saya suka ceramah-ceramahnya. Sepertinya sebutan "ustad" ini bermula di kelompok Islam kota, khususnya Kota Jakardah. Sebutan ini kini semakin populer siiring dengan pengaruh Arabisasi di Indonesia.

Berebut Memetik Mahar

 

Mungkin begini. Jika sudah dapat surat rekomendasi maka La Nyalla bisa 'menjajakan' surat itu ke banyak pengusaha untuk dimintakan bantuan. Jadi gak perlu keluar duit sendiri. Sementara Prabowo juga ngerti, rekomendasi partai miliknya bukan barang murah. Bayar dulu dong. Dalam kacamata yang lain masalah ini hanya soal siapa memanfaatkan siapa.

Survey Buktikan Jokowi Bela Islam

Ilustrasi

Menurut Muhtadi, jika publik menganggap Jokowi memusuhi ulama, terlebih dianggap anti Islam, maka dukungan politik Jokowi sangat rendah.

Sementara itu terkait isu Partai Komunis Indonesia (PKI), sebanyak 57 persen warga menolak anggapan bawah Jokowi melindungi kelompok PKI. Hanya 7 persen yang menyatakan setuju dan 7 persen lainnya menjawab sangat tidal setuju tentang pandangan itu.

Pages