Artikel Pilihan

Qlue Hadir Perangi Corona

Popularitas aplikasi Qlue ini meredup menyusul pergantian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang saat ini dipimpin oleh gubenur Anies Baswedan. Masyarakat menganggap aplikasi ini sudah tidak berfungsi karena sudah berganti masa jabatan gubernur.

Kini BTP melalui akun Twitter-nya kembali menghadirkan aplikasi Qlue sebagai salah satu platform untuk memerangi penyebaran Covid-19 di Indonesia. Dalam unggahannya, BTP pun memberikan langkah-langkah penggunaan aplikasi ini.

Tetap Dirumah Meski Banyak yang Sembuh

ilustrasi

Nah berbagai stimulus tadi hendaknya mampu mengendalikan masyarakat supaya tetap disiplin dalam social distancing maupun physical distancing. Berbagai kabar baik yang diberitakan media maupun sosial media bukan berarti keadaan makin aman atau Corona berkurang. Percayakan kepada pemerintah serta tenaga kesehatan bekerja secara serius menurunkan jumlah yang terkena wabah.

Social Distancing, Melandaikan Kurva Bahaya

Tidak percaya ? Coba pertimbangkan kasus ini, ketika virus H1N1 mulai menyebar di Meksiko, pemerintah menutup sekolah dan merekomendasikan jarak sosial. The National Institute of Health menyebutkan bahwa langkah-langkah ini bisa memotong tingkat penularan sebesar 37 persen dan membantu rumah sakit menangani volume pasien sedikit lebih mudah. Tidak meyakinkan? Ini contoh lain di Amerika, Kota St.

Jangan Asal "Lockdown" Kampung

Tapi apakah semua orang seperti itu? Di kampung mertua saya, tak sedikit yang hidup dari berkeliling menjual ini-itu. Ada yang jualan es krim, bakso, siomay dll. Mereka hidup kekurangan. Ketika kampung-kampung diportal, mereka jadi tidak bisa bekerja. Mereka todak punya menghasilan. Tidak ada yang bisa dimakan. Anak-anak mereka akan menangis karena tidak punya susu.

Nyepi Obat Mujarab Bagi Semesta

ilustrasi

Mecaru diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar nasi tawur, mengobori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja hingga bersuara gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Bali, pengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar.

Solidaritas Itu Kunci Indonesia Lawan Corona

ilustrasi

Kontribusi paling sederhana ya kita diam dirumah dan banyak berdoa. Itu sudah sangat membantu upaya mengurangi penyebaran maupun kemungkinan tertular oleh orang yang carrier Corona. Tentu sifat masyarakat kita bukan masyarakat yang hanya diam berpangku tangan saja. Budaya kita ya tolong menolong, bahu membahu, gotong royong dan memiliki kepedulian sangat tinggi. Kita semua masih ingat bagaimana bangsa ini segera bangkit dari Tsunami Aceh, Gempa Jogja dan beragam bencana lainnya.

Kita Bisa Berkontribusi Berantas Corona

ilustrasi

Apakah cuci tangan dengan sabun, cuci tangan pakai hand sanitizer bahkan penyemprotan disinfektan bakal efektif bila kita masih bebas berkeliaran? Tidak sama sekali. Ketiga upaya itu hanya mengurangi. Orang dengan status carrier dengan tanpa gejala malah jauh lebih berbahaya. Orang dengan imun baik, kesehatan bagus, muda bisa saja carrier dan menularkan. Ini yang harus diingat.

Wujud jelas kontribusi kita dalam memberantas Corona ya membatasi pertemuan dengan orang lain. Pun jika terpaksa bertemu ya jaga jarak. Hindari orang bergejala flu batuk pilek hingga 2 meter.

Group WA Pemfitnah

ilustrasi

Kecil pun tidak mengapa, setiap kebaikan tidak akan pernah berakhir sia-sia. Memberi kelegaan di hati orang-orang yang susah, itu jauh lebih baik daripada tinggal mengeluh, menghujat apalagi memelihara kebencian.

Pages