Artikel Pilihan

The Politics of Stuntman

Kembali kepada soal stuntman yang disoal oleh para politisi. Jadi, sebetulnya hal itu hanya alasan untuk melakukan penyangkalan/derekognisi/delegitimasi/netralisasi atas prestasi-kesuksesan tim Pak Jokowi yang luar biasa pada acara pembukaan Asian Games 2018 tadi malam. Delegitimasi itu penting, karena secara sosiologis, bila legitimasi pak "Tom Cruise" dalam adegan motor di pembukaan Asian Games 2018 itu meningkat, maka hal itu tidak akan menguntungkan bagi pesaingnya "Tom Cruise".

Aku Mencintaimu, Indonesiaku!

 

Dalam momen yang luar biasa itu, Jokowi makin kelihatan digdaya, design pembukaan dengan motor sebuah kreatifitas kelas dunia. Bersamaan dengan segala yang membuat hati kita berbunga-bunga, disana juga dicatatkan kejadian istimewa, bersatunya dua Korea, hadirnya anak kita sang pahlawan pemanjat tiang bendera dari timur Indonesia, iya..dia Joni Kala, semoga kelak dia akan menjaga berkibarnya sangsaka merah putih untuk Indonesia.

Disaksikan Presiden, Defia Ukir Sejarah Sabet Emas Pertama Asian Games

 
Sementara pada perempat final ia mengalahkan Tuyet Van Chau dari Vietnam. Pada semifinal, Defia bertemu mengalahkan wakil Korea, Jihye Yun dengan skor 8.520 - 8.400.
 
Menariknya, pertandingan final Defia melawan Salahshouri Marjan disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Dengan menakan jaket merah, Jokowi bersama Menpora Imam Nahrawi dan Chef de Mission (CdM) Syafruddin tiba di arena taekwono sekitar pukul 14.10 WIB.
 

Sandiaga Uno "Pembunuh" Bersenjatakan Duit

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Money Politic dalam pesta demokrasi PILPRES apakah bisa dibenarkan? Jika merujuk pada  UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu maka sumbangan dana kampanye yang melebih batas bisa dikenakan sanksi pidana. Untuk dana kampanye pilpres dan pileg, besaran sumbangan dari perseorangan sebanyak tidak boleh lebih dari Rp. 2,5 miliar. Tapi Sandi bisa menyogok/menyuap melebihi aturan tersebut, apakah ini dibenarkan?

Mahar Sandiaga Rp 1 T, Setara BOS 1 Juta Lebih Siswa Setahun

Ilustrasi

Sandiaga Uno juga telah mengakui adanya pemberian mahar itu. Hal tersebut disampaikan Sandi pada beberapa media dengan alasan “biaya kampanye”. Biaya kampanye 1 parpol mencapai Rp 500 M? Padahal PAN dan PKS di jagat perpolitikan kita hanya parpol medioker, parpol yang terancam terkena parliamentary threshold alias jumlah suara tidak mencapai 8 persen.

Jokowi, Mulyani, Serius Ga Urus Negara

Ilustrasi

Nah, ketika Jokowi terpilih memimpin negeri ini, dia langsung menggagas Tax Amnesty sekaligus mencetak emisi Rupiah baru. Praktek uang ilegal seketika menjadi terhenti dan aset di luar negeri yang tersembunyi menjadi buah simalakama. Ibarat penjual sate yang sedang dipalak 200 tusuk sama Sundel Bolong. Di kasih tekor, gak dikasih binasa! Apalagi Jokowi mengutus Sri Mulyani untuk berperan aktif dalam Kesepakatan Transparansi Keuangan Internasional 2017. Aset-aset itu semakin tak bisa bersembunyi.

Politik Identitas Dan Kampanye Rekonsiliasi

Ilustrasi

Begitu mungkin pikir teman2 sebelum mendengar dan mencari keseluruhan pidato om Anies tampa tau konteks yg d bicarakan.

D sini terlihat jelas efek domino dan aftertaste dari politik perpecahan. Hasil dari 3 tahun Jakarta d tangan sang penista yg terus menerus d terpa caci maki d tambah setahun kampanye kebencian. Hal2 seperti ini menjadi "normal" bagi warga Jakarta.

Benarkah Ini Prestasi Prabowo Yang Tak Bisa Dibantah?

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Indonesia yang luas masih ada yang mencintai Om Wowo, tapi fakta berbicara dominasi rakyat yang cinta pakde Jokowi LEBIH BESAR mulai dari pedalaman hingga perkotaan.

Hanya pelaku ekonomi atas aja yang megap-megap karena kena hajar pajak. PADAHAL semua pajak itu untuk pembangunan dan demi kesejahteraan rakyat pedalaman yang selama ini terabaikan.

Pages