Artikel Pilihan

Akun Dihidupkan Facebook, Afi Nihaya Curhat soal Ancaman Pembunuhan

 
Berikut postingan lengkap Afi Nihaya:
 
Kemarin saya menghadiri undangan dari rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang untuk berbicara di depan para profesor dan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Jawa timur.

Tuhan Kok Dianggap Mendukung Koruptor

 

Sering kita dengar misalnya sejumlah tokoh Muslim dan kelompok Islam tertentu yang menyerukan tentang "keunggulan dan kemuliaan Muslim meskipun buruk, kotor, dan korup daripada non-Muslim meskipun baik, bersih, dan anti-korupsi". Maling alias korupsi menurut mereka halal asal digunakan untuk membangun masjid. Kasihan sekali Tuhan, rumah-Nya dibangun dengan uang hasil ngemplang dan nyolong duit rakyat. Mereka kemudian menyitir sejumlah teks keislaman untuk mendukung dan melegitimasi pemikiran dan tindakan konyolnya.

Bangkit Menggebuk Bersama Jokowi

Selalu ada tokoh sentral yang mampu mempengaruhi banyak orang tersebut hingga akhirnya mendukung pendapat tertentu. Misalnya, dalam hal ini setuju bahwa khilafah dan Pancasila bisa berjalan beriringan. Ini pun terjadi di zaman NAZI, sebagaimana diceritakan dalam buku The Art of Thinking Clearly, Joseph Goebbels seorang menteri propaganda Jerman pernah bertanya kepada kerumunan massa pada tahun 1943.

Polda Metro, Habib Rizieq dan Kisah Nasrudin Hoja

Bisa jadi karena Polda merasa pihaknya tidak cukup mendapat dukungan politik dari Pemerintah dalam menghadapi HR, seorang pemimpin Islam yang sangat berpengaruh, memiliki basis massa besar, dan jejaring dengan elit politik yang teramat luas. Tanpa ada kemauan politik (political will) yang sangat kuat dari Pemerintah, rasanya Polri tak akan mau sendirian bekerja menangani kasus-kasus yang sarat dengan politik dari seorang tokoh sekuat HR.

Akun Facebook Afi Nihaya dibekukan, Ini Tulisan Terakhirnya

 

Kebetulan saya lahir di Indonesia dari pasangan muslim, maka saya beragama Islam. Seandainya saja saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama saya? Tidak.

Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan. 

Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan.

Sumatera Barat Dikuasai Monster Sapi

 

Sampai suatu ketika ada pendekar perempuan dari seberang datang ke tempat lahirnya para pendekar besar yang terlupakan itu.

Perempuan itu berdiri di kegelapan malam. Tangannya menggenggam lilin yang menyala. Wajahnya tampak kaku, mungkin sedih. Angin bergerak lamban, meriakkan air kolam di dekatnya. Ia berdiri dengan teguh.

Pages