Artikel Pilihan

Bocornya Data Pribadi Kita

ilustrasi

DI NEGARA komunis data warga diketahui negara lewat mata mata atau warga yang menjadi mata mata bagi yang lain.

Di era reformasi kini data bocor melalui BUMN, peusahaan komersial milik negara yang disusupi para kadrun dan simpatisan kadrun. Pro khilafah, anti NKRI.

Harga Rapid Test Turun, PCR Kapan?

ilustrasi

Percuma kalau dilakukan 1-2 hari sebelum berangkat saja, karena bisa jadi kita baru terpapar sehari sebelum RT jadi belum terbaca, kecuali kalau sudah pernah terpapar sebelumnya.

Masa berlaku hasil uji tersebut sifatnya baku, seharusnya bukan sesuatu hal yang bisa ditawar-tawar jika tujuannya untuk mencegah penularan. Kecuali hanya syarat formalitas belaka.

Telkomsel Jangan Ikut Berpolitik

ilustrasi

Bagi kubu lawan yang kerap terusik dengan tulisan beliau, cara satu-satunya untuk menghentikan aksi Denny Siregar adalah hanya dengan cara mencari tau siapa sebenarnya Denny Siregar melalui data pribadinya dan bukan tidak mungkin di dalam perusahaan Telkomsel ada oknum yang juga ikut terusik dengan tulisan-tulisan beliau.

Muallaf Harus Banyak Belajar

ilustrasi

Kalau ustadz-ustadz mau ngibul, bo'ongin umat Islam di Indonesia dgn agama yg 'gak terkenal di sini. Misalnya, "orang tua saya Shinto, saya jadi muallaf...bla bla bla...".

Nah, kalau itu, boleh deh cipoain (berbohong) kpd umat Islam di sini. Banyak yang 'gak tahu soal Shintoisme.

Fenomena Ustadz Dadakan

ilustrasi

Sugik Nur ngaku tidak bisa ngaji. Bekas penjual pembalut wanita. Apa yang diharapkan dari orang macam ini? Ceramahnya mulai dari sumpah pocong. Tak laku di daerahnya pindah kemana-kemana. Adanya medsos dia manfaatkan cari peluang dengan ceramah yang isinya mengejek-ejek dan kebencian. Akhirnya dia divonis bersalah. Semoga segera masuk penjara. Padahal menjadi sales pembalut wanita lebih mulia daripada ngaku ustadz, apalagi ngaku Gus, tapi isi ceramahnya hanya menyebarkan keburukan.

Pages